Makam Sunan Drajat raih anugerah wisata

Makam Sunan Drajat yang terletak di Desa Drajad Kecamatan Paciran/Lamongan dinobatkan sebagai Wisata Budaya pada Malam Anugerah Wisata Nusantara Jawa Timur 2010, Selasa malam lalu (2/11). Malam penobatan makam salah satu dari sembilan wali penyebar Agama Islam di jawa tersebut dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo dan Sekdanya, Rasiyo.
Diungkapkan Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik, Lamongan dengan Makam Sunan Drajatnya sebelumnya masuk nominasi kategori wisata budaya bersama dua daerah lainnya. Yakni Kabupaten Jombang dengan Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Kabupaten Tuban dengan wisata Makam Ibrahim Asmoro Kondi.

“Alhamdulillah pada Malam Anugerah Wisata Nusantara Jawa Timur tahun ini Lamongan kembali mendapat penghargaan melalui wisata Makam Sunan Drajat. Sebelumnya Wisata Bahari Lamongan yang dikenal dengan WBL juga meraih penghargaan The Most Achievement of Development pada 2005 lalu. Kemudian pada 2008 meraih The Best Tourism Development, “ urai dia.

Sejumlah pembenahan telah dilakukan di kompleks Makam Sunan Drajat. Mulai dari pendirian Museum Daerah Sunan Drajat di sisi timur makam pada 1992, perluasan area parkir kendaraan hingga beberapa pemugaran situs. Diantarannya pemugaran cungkup dan pembangunan Gapura Paduraksa serta pembangunan kembali Masjid Sunan Drajat.

“Jumlah kunjungan di kompleks makam ini terus meningkat drai tahun ketahun. Pada 2005 lalu kunjungan wisatawannya 18.506 orang. Kemudian terus naik menjadi 219.485 orang pada 2007, 233.762 orang pada 2008 dan naik lagi menjadi 240.838 orang selama tahun 2009, “ urai Anang.

Lebih lanjut diterangkan oleh Anang, Sunan Drajat dengan nama kecil Syarifudin atau Raden Qosim ini adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila, putri Adipati Tuban Arya Teja. Kala itu, pesantren Sunan Drajat dijalankian secara mandiri sebagai wilayah perdikan di Desa Drajat/Paciran. Tembang Macapat Pangkur disebutkan sebagi ciptaannya. Sementara Gamelan Singomengkok yang merupakan peninggalan penyebar Agama Islam yang bergelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah itu kini berada di Museum Sunan Drajat.

“Kedermawanan, kerja keras dan peningkatan kemakmuran sebagai pengamalan ajaran Agama Islam adalah diantara penekanan ajaran beliau. Tuntunan Sunan Drajat untuk pengentasan kemiskinan kini diabadikan di sap tangga ketujuh di kompleks Makam Sunan Drajat. Penciptaan kehidupan yang makmur bagi warganya untuk menanggulangi kemiskinan inilah sehingga Sunan Drajat memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah, Sultan Demak pertama, “ terangnya.[kabupaten lamongan]

 

source: jatimprov

Iklan

Perihal jatiminfo
Memberikan informasi buat warga jawa timur dan sekitar nya...

One Response to Makam Sunan Drajat raih anugerah wisata

  1. pepenefendi says:

    jd pengen jiarah ke makam Sunan Drajat…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: